Kutinggalkan kawan2 & orang tercinta
diusia 12 tahun
Demi berguru di tempat lain yang katanya
banyak melahirkan pendekar2 sakti
Awalnya terasa seperti di dalam mimpi
Banyak teman baru dan banyak gadis cantik....
bunga kota yang baru akan mekar
Tapi....
Terlalu banyak perubahan dalam hidupku
meski saat itu tepat bergulirnya reformasi
Tapi...
terlalu banyak merontokkan
Biasanya bangun jam 6 pagi
kini harus berangkat jam 6 pagi
Biasanya berjalan kaki sambil melihat toko2 yg berjejer di jalan
kini harus naik angkot berteman dg sekelompok kakak kelas
yg kebanyakan wanita
Bahkan terkadang berhadapan dg ibu2 yang menyusui
Intinya ...
dunia dipaksa berputar lebih cepat dan penuh ketegangan
Semua seperti mesin
Sering saat dalam kelas
mataku menatap keluar ruangan dan pikiranku merindukan
Batir-batirku yang kuat
dan juga batir- batir perempuanku yang lincah dan cantik
Kami sering membuat permainan sederhana yang menggairahkan
dari main kelereng, lompat tali, sepak bola, main ramal2an,dll
Dunia seakan tertawa meski uang disaku kosong momplong
Semua tertawa meski terkadang kebablasasan
Seorang yang pemberani
melerai batir-batirnya yang berkelahi
kini hanya boneka dan poster bagi sekelompok kakak kelas wanita
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar