Jumat, 23 Oktober 2009

Burungku 1

Dahulu kala ingin kumiliki burung yang cantik seperti teman-teman yang lain
Keinginan itu kubiarkan saja hanya sebagai mimpi
Semakin lama keinginan ini tertimbun keinginan yang lain
dan mulai menghilang

Sungguh hebat Pencipta burung dan juga diriku
Disaat yang tepat seorang teman mengajakku kesuatu kampung
untuk melihat burung tetangganya

Sungguh cantik burung itu
Dia liar tapi jinak
Bulunya coklat semanis gula jawa
Matanya memancarkan kejujuran dan ketegasan
Bahkan kalau dia punya mulut seperti manusia
dia akan tersenyum

Aku bersyukur pemiliknya masyarakat desa yang baik
mereka tidak terlalu tertarik uang
Kalau ditempat lain harganya bisa 2 sampai 3 kali lipat
Kuputuskan 10000 % untuk membelinya





Tidak ada komentar:

Posting Komentar