Dahulu kala ingin kumiliki burung yang cantik seperti teman-teman yang lain
Keinginan itu kubiarkan saja hanya sebagai mimpi
Semakin lama keinginan ini tertimbun keinginan yang lain
dan mulai menghilang
Sungguh hebat Pencipta burung dan juga diriku
Disaat yang tepat seorang teman mengajakku kesuatu kampung
untuk melihat burung tetangganya
Sungguh cantik burung itu
Dia liar tapi jinak
Bulunya coklat semanis gula jawa
Matanya memancarkan kejujuran dan ketegasan
Bahkan kalau dia punya mulut seperti manusia
dia akan tersenyum
Aku bersyukur pemiliknya masyarakat desa yang baik
mereka tidak terlalu tertarik uang
Kalau ditempat lain harganya bisa 2 sampai 3 kali lipat
Kuputuskan 10000 % untuk membelinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar