Ampun........ Gusti...............
Jangankan panasnya api , air es pun seakan kini membakar tubuhku
Darahku hampir meledak menebus seluruh kulit dan daging
Cairan otakku bagai minyak sayur yang menggoreng rambutku hingga kriwil
Bahkan tubuhku yang dulu kurus kini mengembang seperti krupuk yang tergoreng minyak nafsu
Ampuu....uuuun ...Gusti........
Mataku sampai meleleh oleh tipu daya dan panasnya dunia
hingga tak mampu kulihat dinginnya persahabatan
seakan semua terlihat panas
Bahkan hidungku menguap lenyap tatkala mencium wanginya ketidakjujuran
yang membakar baju-baju keadilan yang seharusnya ditegakkan
Telingaku .......
bersambung(maaf kalau kaya sinetron, ndadak bersambung)