Hari menegangkan, membuat jantung seakan berdetak keras seperti kereta api yang berlari
Yaitu hari pertama masuk SD
Ketegangan bertambah tatkala mencium ruang kelasku yang dipenuhi beraneka warna keceriaan
Ketegangan mencapai batas di luar ketahanan jiwaku, tatkala digoncang oleh bidadari kecil yang cantik
Dia duduk tiga meja sebelah kanan dari mejaku
Dia seakan-akan menarik seluruh konsentrasi ke dalam kecantikannya
Wajahnya yang putih seakan menyinari kelasku
Suaranya lembut menghampakan kegaduhan yang riuh
Tuhan seakan menjawab mimpiku untuk dekat dengannya
Setelah lama pertemanan kita menjadi akrab, meski menyisakan rasa malu yang entah dari mana datangnya
Tatkala bercerita Ia seakan menarik semua telinga dalam kelasku
Bercerita tentang Pasar Bebas yang menurutnya akan terjadi pada tahun 2000
Meski meleset tapi wawasannya telah membuatku kagum
Dia orang yang cantik meskipun berpakaian sederhana
Cahayanya seakan menyinari seluruh bumi dan menghangatkan seluruh alam
Dia memang tidak lincah tapi cukup untuk mengejar cahaya dan menyalip angin
Dia memang tidak kuat tapi cukup untuk merobohkan gunung dan menenggelamkan pulau
Entah mengapa Tuhan menciptakan makhluk sehebat itu
Saat untuk semakin dekat benar-benar terjadi
Tapi justru kebisuan yang menghiasi karena rasa malu dan bermacam rasa lainnya
Mungkin Tuhan sengaja menanamkan rasa malu pada kami berdua, agar terhindar dari dosa
Obrolan-obrolan seakan berat untuk terucap meski ingin rasanya bercerita banyak hal
Kita saling menghormati dan menghargai saat duduk satu meja
Dia begitu serius menggaris kata-kata penting dalam pelajaran Sejarah
Kulirik dengan setengah konsentrasi menggaris bukuku sendiri
Sinarnya benar-benar terang seakan menyilaukan seluruh mata lelaki yang memandangnya
Apalagi tatkala kini dia menjadi dewasa dan menjadi guru di sekolahnya dulu
Dan Tuhan memang hebat!
Dia ciptakan lelaki yang melebihi kemampuanku untuk menjaganya
Dan semoga dia bahagia
oleh: Puthut Widyawan
OOOooo..........bundar laksna telor yang semoga menjadi bakal kehidupan....bundar laksana bumi dengan melahirkan banyak harapan yang berupa harapan yang kosong........dengan kata lain berawal dari NOL dan kembali pada titik NOL pula.......
Sabtu, 23 Mei 2009
Detak Jantung yang Cantik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar