Sabtu, 23 Mei 2009

Yang Manis yang Menawan

Alangkah hebat Tuhan berkarya
Mencipta dia begitu istimewa
Kulit yang cokelat begitu lekat
Dengan sinar penuh jerat

Hatiku berubah menjadi lemah
Seakan mati terkubur tanah
Kau hembuskan kehidupan
Menarikku dalam pelukan

Kau kirim senyum manismu
Menghanguskan derita kalbu
Matamu memancarkan cahaya
Membelenggu jiwa yang perjaka

oleh: Puthut Widyawan

Tarikan Asmara

Pergerakan jiwa kian menggila
Getar-getar rindu kian mengganggu
Rasa gelisah terus mendesah
Mimpi dan harapan menjadi taruhan

Siapa sangka engkau disitu
Menunggu sesuatu yang tak tahu
Entah mengapa akupun disitu
Berjumpa dikau bidadariku

Semoga Tuhan Pencipta alam
Menyatukan asmara yang terpendam
Semoga sayang selalu riang
Menghibur kita dengan kencang

Terbawa asmara sang kekasih
Menarik harapan mengubur pedih
Senyum dan kehidupan Kau tontonkan
Merubah akal melambungkan angan

oleh: Puthut Widyawan

Gadis Bermotor Merah

Sudah lama jiwa menjadi ragu
Sepanjang hari selalu penuh rindu
Bertemu gadis bermotor merah kencang melaju
Menembus dada menyrempet hati menabrak sayang
Hingga terhenyak sadar ingin mengejar

Kutulis teriakan gelora hati
Kuhias suara jiwa
Berkeliling kesana kemari
Berputar-putar mencari kemana ia pergi
Hingga detak jantung nyaris terhenti

Kupaksa otak untuk berputar
Kutanya setiap makhluk bernyawa
Demi menyapa Gadis bermotor merah
Sampai akhirnya ku dapat wangsit modern
Situs web fakultas menampakkan mata kuliahnya

Kutunggu dengan nafas yang berlari dalam penantian
Mencoba tenang dalam kerinduan
Terbius bahkan seakan mati sejenak
Dan bangkit dengan keberanian yang dipaksakan
Kuhampiri saat ia hampir melewatiku begitu saja
Kuserahkan tulisan kehidupan dan motor jiwaku
Lalu ia berkata"dari siapa?"
Ku jawab singkat "dari saya"
Ia membalas penuh kelembutan"terima kasih" dan berjalan pergi

oleh: Puthut Widyawan


Detak Jantung yang Cantik

Hari
menegangkan, membuat jantung seakan berdetak keras seperti kereta api yang berlari
Yaitu hari pertama masuk SD
Ketegangan bertambah tatkala mencium ruang kelasku yang dipenuhi beraneka warna keceriaan
Ketegangan mencapai batas di luar ketahanan jiwaku, tatkala digoncang oleh bidadari kecil yang cantik
Dia duduk tiga meja sebelah kanan dari mejaku
Dia seakan-akan menarik seluruh konsentrasi ke dalam kecantikannya
Wajahnya yang putih seakan menyinari kelasku
Suaranya lembut menghampakan kegaduhan yang riuh

Tuhan seakan menjawab mimpiku untuk dekat dengannya
Setelah lama pertemanan kita menjadi akrab, meski menyisakan rasa malu yang entah dari mana datangnya
Tatkala bercerita Ia seakan menarik semua telinga dalam kelasku
Bercerita tentang Pasar Bebas yang menurutnya akan terjadi pada tahun 2000
Meski meleset tapi wawasannya telah membuatku kagum

Dia orang yang cantik meskipun berpakaian sederhana
Cahayanya seakan menyinari seluruh bumi dan menghangatkan seluruh alam
Dia memang tidak lincah tapi cukup untuk mengejar cahaya dan menyalip angin
Dia memang tidak kuat tapi cukup untuk merobohkan gunung dan menenggelamkan pulau
Entah mengapa Tuhan menciptakan makhluk sehebat itu

Saat untuk semakin dekat benar-benar terjadi
Tapi justru kebisuan yang menghiasi karena rasa malu dan bermacam rasa lainnya
Mungkin Tuhan sengaja menanamkan rasa malu pada kami berdua, agar terhindar dari dosa
Obrolan-obrolan seakan berat untuk terucap meski ingin rasanya bercerita banyak hal
Kita saling menghormati dan menghargai saat duduk satu meja
Dia begitu serius menggaris kata-kata penting dalam pelajaran Sejarah
Kulirik dengan setengah konsentrasi menggaris bukuku sendiri

Sinarnya benar-benar terang seakan menyilaukan seluruh mata lelaki yang memandangnya
Apalagi tatkala kini dia menjadi dewasa dan menjadi guru di sekolahnya dulu
Dan
Tuhan memang hebat!
Dia ciptakan lelaki yang melebihi kemampuanku untuk menjaganya
Dan
semoga dia bahagia


oleh: Puthut Widyawan




Selasa, 19 Mei 2009

Kenapa Aku

Kenapa aku begini
Tak mampu melihat
Tak mampu mendengar
Bahkan tak mampu berdiri

Kenapa aku tak menggapai dan menangkapmu
Ku biarkan pergi berlari dan menghilang
Hanya dapat kusaksikan
Hanya dapat kurasakan

Kenapa aku menyesal
Sesal yang sangat besar
Membungkam mimpi dan harapan
Melelehkan kebahagiaan membekukan kepedihan

oleh: Puthut Widyawan

Cahaya Dewi

Wajahmu melebihi cahaya pagi
Senyummu selembut cahaya bulan
Hatimu seterang cahaya matahari
Cintamu sesuci cahaya Ilahi

Kau terangi malam yang gelap
Kau hangatkan pagi yang dingin
Kau hidupkan jiwa yang mati
Kau besarkan mimpi yang kerdil

oleh: Puthut Widyawan



Mari Berdisko

Tertawalah hati yang perih
Berdendanglah melepas sedih
Berdendang disko dengan tawa
Melupakan hati yang sengsara

Kekasih pergi tak mengapa
Menyisakan sepi dalam dada
Biarlah cinta mati seperti bangkai
Tapi mimpi pasti kugapai

Berdiskolah orang yang pilu
Bergoyanglah tubuh yang kaku karena cinta gagal diburu
Biarlah itu menjadi palu membenamkan paku yang haru

oleh: Puthut Widyawan