Kegelapan terus membayangi gerak manusia terlebih saat berjalan di waktu muda, di saat matahari nafsu bersinar membakar kulit kesucian. Manusia yang polos dan katanya tampan ini pun tak mampu dan seakan terpedaya oleh sinarnya. Apa yang sebenarnya baik menurut indra keenam atau mata batin seakan menjadi nampak kusam tertutup debu kepalsuan. Alangkah malangnya karyaku mengarungi jalan yang menyesatkan.
Ku sadari lemahnya diriku melebihi lemahnya angin yang lembut bertiup kesana kemari. Bergerak menabrak dan menyisir benda-benda padat tanpa menggoreskan bekas. Itulah pemahamanku, untuk itulah ku racik strategi sebaik mungkin agar apa yang ku takutkan tidak terjadi.
Ku tinggalkan bidadariku jauh di sana, di tempat srigala-srigala kelaparan. Bidadari yang melebihi perempuan manapun yang ku kenal selama ini. Bukan karena kecantikannya tapi karena kelembutan dan ketabahannya. Bidadari yang membuat hilangnya konsentrasi pada perempuan lain. Bidadari yang sangat mandiri menapak dan memikul tanggung jawab.
Ku tinggalkan kawan-kawan penghibur jiwa dan pelepas kehampaan. Kawan-kawan yang menarik kereta kegilaan ditengah jalan kepedihan. Kawan yang meledakkan kebahagiaan di padang kesunyian. Dan kawan di mana jiwaku terkadang bahagia, marah, sedih karenanya.
Dan kini kutinggalkan ibu, yang melahirkanku dan merawatku dengan susah payah, peras kringat, banting tulang, bahkan hingga bercucuran darah. Ibu yang membentuk jiwa yang muda dan mudah ternoda. Ibu yang membersihkan kenakalanku meski masih tetap nakal,tapi sedikit.
Ibu yang menjadi teman berdebat dalam hal apapun hingga soal parpol, meski bersifat main-main/ guyon belaka. Ibu yang senang mriksani sinetron hingga aku mengalah untuk tidak menonton bola.
Ku tinggalkan mimpi lama . Mimpi menjadi petani yang hidup damai dan punya istri yang cantik. Mimpi menjadi laki-laki yang punya banyak kekasih. Mimpi menjadi orang yang terkenal. Dan mimpi yang bersifat ego pribadi tanpa memikirkan orang lain.
Semua itu kulepaskan demi menghindari sinar nafsu yang panas, demi hilangnya bayangan keserakahan dalam hidupku. Tapi karena salah perhitungan akibat ada variabel yang tidak ku cermati atau di luar jangkauan bayangan manusia. Justru ku dapati tubuhku diikuti ribuan bayangan karena ada ribuan matahari nafsu yang bersinar.
oleh: Puthut Widyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar