Minggu, 20 Desember 2009

BATAR bATIR

Kutinggalkan kawan2 & orang tercinta
diusia 12 tahun
Demi berguru di tempat lain yang katanya
banyak melahirkan pendekar2 sakti
Awalnya terasa seperti di dalam mimpi
Banyak teman baru dan banyak gadis cantik....
bunga kota yang baru akan mekar

Tapi....
Terlalu banyak perubahan dalam hidupku
meski saat itu tepat bergulirnya reformasi
Tapi...
terlalu banyak merontokkan

Biasanya bangun jam 6 pagi
kini harus berangkat jam 6 pagi
Biasanya berjalan kaki sambil melihat toko2 yg berjejer di jalan
kini harus naik angkot berteman dg sekelompok kakak kelas
yg kebanyakan wanita
Bahkan terkadang berhadapan dg ibu2 yang menyusui
Intinya ...
dunia dipaksa berputar lebih cepat dan penuh ketegangan
Semua seperti mesin

Sering saat dalam kelas
mataku menatap keluar ruangan dan pikiranku merindukan
Batir-batirku yang kuat
dan juga batir- batir perempuanku yang lincah dan cantik

Kami sering membuat permainan sederhana yang menggairahkan
dari main kelereng, lompat tali, sepak bola, main ramal2an,dll
Dunia seakan tertawa meski uang disaku kosong momplong
Semua tertawa meski terkadang kebablasasan

Seorang yang pemberani
melerai batir-batirnya yang berkelahi
kini hanya boneka dan poster bagi sekelompok kakak kelas wanita
(bersambung)

Sabtu, 19 Desember 2009

Kang Awan

Kang Awan sing awake gering kaya para pejuang jaman penjajahan. Najan gering kang Awan kegolong bagus, sembarang SD tekan mbahe SD (Mbah Hasiswa) akeh wong wadon sing melirik. Malah wis ping pindo kesenggol wong wadon, sing pertama kesenggol wong wadon sing numpak pit (olih bonus didomaih seporete). Terus kesenggol wong wadon numpak motor, saking gibyage wong wadon kuwe gole nyenggol nganti NJUNGKEL( bonus aweh helm, ora kepenak karo cewene sing nganti cidra). Mbuh ngemben-ngembene arep kesenggol maning apa ora( pasrah ).

Meh saben esuk ngliwet beras karo nggodog banyu malah sok-sok ngrewangi ninine njangan. Pancen sembarang cilik kang Awan wis biasa dikon njambut gawe. Sekang ngepel, nyapu, nggotong-ngotong apa bae sing abot, macul, lsp.

Semangat kang Awan merga ninine ngendika " nek nyapu sing bersih!!! ben bojone ayu". Tapi mbuh kepriben, najan sering banget ketemu "Widadari Dunya" ora siji-sijia sing kecandak. Padahal kang Awan wis di "parkir" neng njero atine "widadari", aliase mung gari di iyani thok. Ndean nyapune kebersihen sekang runtah tekan kemabang, nganti umaeh bersih ora nana apa-apane.

Kang Awan

Baguse lumayan
Nek sekang iringan kaya Ronaldo
Sekang mburi kaya Kaka'
Sekang kadohan kaya Leonardo Dicaprio

Diuber-uber widadari
Ditubruk mbekayu-mbekayu
Dikrubut Geng Wadon

Nanging ngoyok kanca tugelaning nyawa
Ora tau kecandak

semoga semua bahagia

Jumat, 23 Oktober 2009

Burungku 1

Dahulu kala ingin kumiliki burung yang cantik seperti teman-teman yang lain
Keinginan itu kubiarkan saja hanya sebagai mimpi
Semakin lama keinginan ini tertimbun keinginan yang lain
dan mulai menghilang

Sungguh hebat Pencipta burung dan juga diriku
Disaat yang tepat seorang teman mengajakku kesuatu kampung
untuk melihat burung tetangganya

Sungguh cantik burung itu
Dia liar tapi jinak
Bulunya coklat semanis gula jawa
Matanya memancarkan kejujuran dan ketegasan
Bahkan kalau dia punya mulut seperti manusia
dia akan tersenyum

Aku bersyukur pemiliknya masyarakat desa yang baik
mereka tidak terlalu tertarik uang
Kalau ditempat lain harganya bisa 2 sampai 3 kali lipat
Kuputuskan 10000 % untuk membelinya





Minggu, 18 Oktober 2009

Kita Bisa Buat Garam

Dina kie ora patiya panas tapi lumayan bisa gawe udan kringet neng endi-endi, lumayan kena nggo gawe uyah. Nyatane lagi jaman susah dadi ya maklum baelah, daripada tuku uyah mending nganggo "uyah basah". Kaya karo sapalah, pada-pada menungsane sing penting enak tur asin jangane lan panganan liyane. Rika ra ngerti si, sing jenenge bumbu pecel bisane dadi asin semending utawa akeh mesti kecampur "uyaeh bakule".

Akeh wong sing uripe kepenak banget, ora tau mikir panganan kie sekang endi? gawene kepriwe? nglanggar Undang-undang apa ora?

Balik maning karo "produksi uyah" . Meh kabeh panganan mbuh sethitik apa akeh mesti butuh uyah. Alhamdulillah rega uyah urung tawu nganti jutaan beda karo emas, padahal urung tau nyong weruh wong gawe jangan dibumbuni emas. Tur anehe maning penjahat bisa nganti mateni wong gara-gara emas. Seprana seprene urung tau krungu ana wong mateni gara-gara arep nyolong uyah. Mulane nggo para Nyonya-nyonya/ calon nyonya aja pada nganggo emas, cukup pakai Uyah.

Astaghfirulloh, sayange nek regane murah sing bengel(pusing) petanine. Kepriwe ora murah nek saben pejabat nganggone dasi padahal musime lagi panas kaya kie. Jelas bae "produksi uyah " ngungkuli permintaan maklum kringete nganti gembrobyos(bercucuran) najan nganggo AC. Otomatis kringete pejabat ngungkuli wong-wong, ditambah maning pejabat neng negarane nyong gole kerja ora kira-kira. Nganti sering keturon neng kantor kuwe mesti mbuktekna nek gole kerja direwangi lembur nganah-ngeneh.

bersambung ........entah kapan akan dilanjutkan.......
.....

Sekali Hidup Tak Akan Pernah Mati

Kututup mata dan kulupakan semuanya dalam tidur
Berharap semuanya selesai.....
atau minimal suatu hari nanti akan pensiun dari pekerjaan
Bersantai setelah bekerja dan bergembira setelah berduka

Ingin kutulis sebuah surat atau ucapan perpisahan......
kepada semua termasuk Tuhan dan anak buah-Nya
Jikalau aku pergi nanti...
tapi ternyata kita semua terjebak dalam roh yang tak akan mati....
dan tak akan lepas dari pekerjaan beserta pertanggungjawabannya

Rabu, 30 September 2009

Ampun Gusti

Ampun........ Gusti...............
Jangankan panasnya api , air es pun seakan kini membakar tubuhku
Darahku hampir meledak menebus seluruh kulit dan daging
Cairan otakku bagai minyak sayur yang menggoreng rambutku hingga kriwil
Bahkan tubuhku yang dulu kurus kini mengembang seperti krupuk yang tergoreng minyak nafsu

Ampuu....uuuun ...Gusti........
Mataku sampai meleleh oleh tipu daya dan panasnya dunia
hingga tak mampu kulihat dinginnya persahabatan
seakan semua terlihat panas
Bahkan hidungku menguap lenyap tatkala mencium wanginya ketidakjujuran
yang membakar baju-baju keadilan yang seharusnya ditegakkan
Telingaku .......
bersambung(maaf kalau kaya sinetron, ndadak bersambung)

Sabtu, 23 Mei 2009

Yang Manis yang Menawan

Alangkah hebat Tuhan berkarya
Mencipta dia begitu istimewa
Kulit yang cokelat begitu lekat
Dengan sinar penuh jerat

Hatiku berubah menjadi lemah
Seakan mati terkubur tanah
Kau hembuskan kehidupan
Menarikku dalam pelukan

Kau kirim senyum manismu
Menghanguskan derita kalbu
Matamu memancarkan cahaya
Membelenggu jiwa yang perjaka

oleh: Puthut Widyawan

Tarikan Asmara

Pergerakan jiwa kian menggila
Getar-getar rindu kian mengganggu
Rasa gelisah terus mendesah
Mimpi dan harapan menjadi taruhan

Siapa sangka engkau disitu
Menunggu sesuatu yang tak tahu
Entah mengapa akupun disitu
Berjumpa dikau bidadariku

Semoga Tuhan Pencipta alam
Menyatukan asmara yang terpendam
Semoga sayang selalu riang
Menghibur kita dengan kencang

Terbawa asmara sang kekasih
Menarik harapan mengubur pedih
Senyum dan kehidupan Kau tontonkan
Merubah akal melambungkan angan

oleh: Puthut Widyawan

Gadis Bermotor Merah

Sudah lama jiwa menjadi ragu
Sepanjang hari selalu penuh rindu
Bertemu gadis bermotor merah kencang melaju
Menembus dada menyrempet hati menabrak sayang
Hingga terhenyak sadar ingin mengejar

Kutulis teriakan gelora hati
Kuhias suara jiwa
Berkeliling kesana kemari
Berputar-putar mencari kemana ia pergi
Hingga detak jantung nyaris terhenti

Kupaksa otak untuk berputar
Kutanya setiap makhluk bernyawa
Demi menyapa Gadis bermotor merah
Sampai akhirnya ku dapat wangsit modern
Situs web fakultas menampakkan mata kuliahnya

Kutunggu dengan nafas yang berlari dalam penantian
Mencoba tenang dalam kerinduan
Terbius bahkan seakan mati sejenak
Dan bangkit dengan keberanian yang dipaksakan
Kuhampiri saat ia hampir melewatiku begitu saja
Kuserahkan tulisan kehidupan dan motor jiwaku
Lalu ia berkata"dari siapa?"
Ku jawab singkat "dari saya"
Ia membalas penuh kelembutan"terima kasih" dan berjalan pergi

oleh: Puthut Widyawan


Detak Jantung yang Cantik

Hari
menegangkan, membuat jantung seakan berdetak keras seperti kereta api yang berlari
Yaitu hari pertama masuk SD
Ketegangan bertambah tatkala mencium ruang kelasku yang dipenuhi beraneka warna keceriaan
Ketegangan mencapai batas di luar ketahanan jiwaku, tatkala digoncang oleh bidadari kecil yang cantik
Dia duduk tiga meja sebelah kanan dari mejaku
Dia seakan-akan menarik seluruh konsentrasi ke dalam kecantikannya
Wajahnya yang putih seakan menyinari kelasku
Suaranya lembut menghampakan kegaduhan yang riuh

Tuhan seakan menjawab mimpiku untuk dekat dengannya
Setelah lama pertemanan kita menjadi akrab, meski menyisakan rasa malu yang entah dari mana datangnya
Tatkala bercerita Ia seakan menarik semua telinga dalam kelasku
Bercerita tentang Pasar Bebas yang menurutnya akan terjadi pada tahun 2000
Meski meleset tapi wawasannya telah membuatku kagum

Dia orang yang cantik meskipun berpakaian sederhana
Cahayanya seakan menyinari seluruh bumi dan menghangatkan seluruh alam
Dia memang tidak lincah tapi cukup untuk mengejar cahaya dan menyalip angin
Dia memang tidak kuat tapi cukup untuk merobohkan gunung dan menenggelamkan pulau
Entah mengapa Tuhan menciptakan makhluk sehebat itu

Saat untuk semakin dekat benar-benar terjadi
Tapi justru kebisuan yang menghiasi karena rasa malu dan bermacam rasa lainnya
Mungkin Tuhan sengaja menanamkan rasa malu pada kami berdua, agar terhindar dari dosa
Obrolan-obrolan seakan berat untuk terucap meski ingin rasanya bercerita banyak hal
Kita saling menghormati dan menghargai saat duduk satu meja
Dia begitu serius menggaris kata-kata penting dalam pelajaran Sejarah
Kulirik dengan setengah konsentrasi menggaris bukuku sendiri

Sinarnya benar-benar terang seakan menyilaukan seluruh mata lelaki yang memandangnya
Apalagi tatkala kini dia menjadi dewasa dan menjadi guru di sekolahnya dulu
Dan
Tuhan memang hebat!
Dia ciptakan lelaki yang melebihi kemampuanku untuk menjaganya
Dan
semoga dia bahagia


oleh: Puthut Widyawan




Selasa, 19 Mei 2009

Kenapa Aku

Kenapa aku begini
Tak mampu melihat
Tak mampu mendengar
Bahkan tak mampu berdiri

Kenapa aku tak menggapai dan menangkapmu
Ku biarkan pergi berlari dan menghilang
Hanya dapat kusaksikan
Hanya dapat kurasakan

Kenapa aku menyesal
Sesal yang sangat besar
Membungkam mimpi dan harapan
Melelehkan kebahagiaan membekukan kepedihan

oleh: Puthut Widyawan

Cahaya Dewi

Wajahmu melebihi cahaya pagi
Senyummu selembut cahaya bulan
Hatimu seterang cahaya matahari
Cintamu sesuci cahaya Ilahi

Kau terangi malam yang gelap
Kau hangatkan pagi yang dingin
Kau hidupkan jiwa yang mati
Kau besarkan mimpi yang kerdil

oleh: Puthut Widyawan



Mari Berdisko

Tertawalah hati yang perih
Berdendanglah melepas sedih
Berdendang disko dengan tawa
Melupakan hati yang sengsara

Kekasih pergi tak mengapa
Menyisakan sepi dalam dada
Biarlah cinta mati seperti bangkai
Tapi mimpi pasti kugapai

Berdiskolah orang yang pilu
Bergoyanglah tubuh yang kaku karena cinta gagal diburu
Biarlah itu menjadi palu membenamkan paku yang haru

oleh: Puthut Widyawan

Senin, 09 Maret 2009

Pemimpin Perempuan

Dari dahulu kala, sejak zaman Nabi Adam perempuan memiliki peran yang sangat menentukan sebuah cerita kehidupan. Nabi Adam menemukan kedamaian dan teman berdiskusi, bertukar aneka hal-hal menarik, dll. Bahkan keberadaan kita saat ini adalah karena pendapat perempuan bernama Hawa yang ditindaklanjuti dengan keputusan Nabi Adam melanggar hukum Allah. Sejak hidup di dunia yang baru dan penuh godaan maka diutuslah para nabi dan rasul. Tapi justru dengan hidup seperti sekarang inilah (di bumi) Allah akan tahu siapa yang benar dan berpura-pura terhadap ajaran Islam.

Di zaman sekarang semua perempuan benar-benar telah menjelma menjadi sosok yang sangat tangguh dalam berbagai hal, asal di beri kepercayaan. Bahkan sering hal ini menjadi senjata untuk melawan ajaran Islam yang katanya tidak memahami pergerakan dan kemajuan yang sedang dialami perempuan. Padahal hanya

BERSAMBUNG karena ada masalah sangat penting

Sabtu, 07 Maret 2009

Del piro lawan Slamet

Del piro nggiring bal kaya wong sing lagi nari-nari lincah banget. Gampang banget ketone ngliwati pirang -pirang pemain Indonesia. Untunge Indonesia duwe bek kelas dunia sing main neng AC Milan yakue Slamet. Pancen wong jaman gemien ketone si ora nana apa-apane nek dibandingna wong jaman siki, tapi mbuh kepriwe bisa njenengi anake Slamet kok ya ndilalah pancen gawe slamet. Kocap kacarita pada tahun 1986 bulan Februari tanggal 24, terlahirlah anak yang tampan dan dengan selamat lahir dekat gunung slamet. Sembarang cilik Slamet seneng munggah gunung slamet karo kanca-kancane, sing merekna gumun munggahe karo playonan. Kadang malah karo nggawa suluh nggo biyunge. Ndean saking seringe munggah mudun gunung Slamet merekna energi gunung nular utawa keserot maring njero awake Slamet. Tapi mung ndean, sing jelas Gusti Allah wis Nganugrahaken kekuatan maring Slamet.

Pas SMA Slamet kon biyunge karo ramane sekolah neng Purbalingga sing jere paling
canggih seluruh dunia Purbalingga. Nek pelajaran olah raga Slamet keton rosa banget, nek kancane ambegane "dji sam soe" aliase wis pada megap-megap kaya wong sing doyan ngrokok, ambegane(bernapasnya) rosane nek udud thok. Apamaning awake Slamet duwur kaya gunung Slamet, nek ana bocah sing kesenggol sethithik mesti dadi gentoyongan malah kejungkel. Pokoke Slamet kuat banget nek nggo ukuran ndean pada karo atlet profesional. Lha kuwe sing merekna gurune Bapak Sunarto prentah kon njajal mlebu klub profesional, apa bal-balan apa basket, utawa apa lah sing penting bisa ngembangna bakate karo jiwane sing esih ijo.

Singkat crita Slamet wis main neng Ac Milan, jere sih Slamet sekang kemampuan dipadakna kaya Nesta.

Balik marang pertandingan Indonesia vs Italia, Del Piro sing dadi legendane Juventus pancen canggih nek pas nggiring bal. Untung Slamet sing wis ngrekam gaya maine Del Piro pas adep-adepan gemiyen neng Italia, wis nemukna penaware nggo ngadepi Del Piro. Slamet konsentrasi ndelengna bal karo tarian sikile Del Piro, ngenteni ana celah sethithik nggo mbuang bal. Tenang, konsentrasi lan keputusan sing pas akhire Slamet bisa ngalahna Del Piro. Del Piro nglogog, gumun, ora percaya bisa kalah karo wong kaya Slamet. Bisa kalah karo wong Asia, Indonesia, Jawa Tengah, Purbalingga.

Slamet terus main apik nganti bisa gawe bengele, frustasine pemain depan Italia kaya Gilardono, Luca Tono, malah pelatihe Italia nganti ngomong marang Slamet" รจ il numero uno (ko nomer siji)". Nanging hasil akhir mung imbang 0-0 , kepriwe ora imbang Indonesia di kunci karo serangan sing bergelombang. Lha pas penyerang Indonesia olih bal terus di tendang bale, di cekel kipere G Bupon mung nganggo tangan siji. Apa ora gimana kaya kue, untung si ana Slamet sing mentahna pirang-pirang serangan.

Bubar

oleh: Puthut Widyawan



Cahya Wulan kang Sumunar

Cahya wulan kang padang nanging uga alus gawe tentreme ati lan nambah-nambahi endahe wengi kang adem. Cahya kang asale saka pantulane cahya surya, nanging cahya pantulan kasebut tetep nduweni magnet kanggo sapa kang ndeleng. Kaya dene kanjeng Nabi kang oleh cahya saking Gusti Allah SWT, kang bisa gawe tentreme bumi sak isine. Cahya kang gawe padange wengi kemusyrikan lan sifat kewan kang ana ing masyarakat jahilliyah. Cahya kang ngetokake endahe hukume Gusti Allah nganti dikenal lan diyakini ing saakehing bangsa. Cahya pantulan uga kaya cahya kang ana ing pribadi para sahabat, tabi'in tabi'it nganti para alim ulama ing jaman kang jarene modern. Uga para umat Islam kang tansah nguri-nguri ajaran saka kanjeng Nabi Muhammad SAW.

oleh: Puthut Widyawan

Jumat, 06 Maret 2009

Kang Slamet dan Mr. Terry

Kang Slamet :" Kepriben si ya urip neng Indonesia rasane ora nana perubahane babar blas, presiden wis gonta ganti tapi rakyat kaya nyong mung ganti apes"
Mr. Terry : " Don't worry. we must positive thingking"
Kang Slamet :" Lagi bengel kon thingkring, kepriben rika lah"
Mr.Terry :" Yes, good idea Rika always fun to talk her, specially about politic."
Kang Slamet :"Bener mistere pancen politik Indonesia senenge gawe sial marang rakyat"
Mr. Terry : "I'm sorry. I'm not understand what you talking about?"
Kang Slamet : " Yes, mistere urip rakyat pancen dadi abot. Kaya wong wadon sing nganggo onder angel nek kon mlayu, mlumpat, pokoke rubes"
Mr. Terry :" yea, some politician like rubbish and not doing whatever"
Kang Slamet:" Kudune si pancen di ewer-ewer nek ana politikus sing isine mung mikirna wudele dewek thok."
Mr.Terry :"The state be muddles if politician not changes they habit."
Kang Slamet :" Terserah lah arep dicancang ya kena tapi ora susah ngundang Ebit, wis lah kesel arep ......dingin. Bay mistere "
Mr.Terry :" Yea Bye bye kaya kuwe lah"

oleh: Puthut Widyawan

Tresna/ Cinta

Tresna sakala-kala kaya cahya kang sumunar gawe padange jagad kang peteng. Marahi apa wae tansah katon wujud kang sanyatane. Nanging kanggo wong kang durung suwe olah rasa bab tresna bisa njalari kebakar atine utawa lewih nggegirisi maneh. Kaya cahya surya kang di fokusake nganggo kaca pembesar bisa mbakar kertas lan apa wae. Nanging dudu manungsa jenenge nek ora oleh aneka warna pacoban ing donya. "Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS 2: 155)

Tresna iku anugrah Gusti kang akarya jagad. Anugrah arupa tanggung jawab kanggo njaga kawulane Gusti saliyane pribadi kang kanugrahan tresna mau. Uga anugrah arupa nampa kabar kang ora nyenengake yaiku tresna kang urung nemu tugelaning jiwane/ tresna kang mung setugel thok. Nanging janjane tresna iku salah sijine sifat Allah kang uga diturunake marang manungsa.

Nanging tresna sing kaya apa kang murni/ temen-temen saka Gusti?
Tresna
kanjeng Nabi Muhammad SAW marang umate nganti pas sedane ngendika alon"ummatii,ummatii, ummatii" . Tuladha liane yaiku tresnane ibu marang anak kanthi gelem ngandung jabang bayi, ngrumat tekan 9 wulan, nyusoni, lan nganti tekan ngawinake putrane lsp. Tresna kang ora ngarep-arep ganjaran saka kang di tresnani. Tresna kang ora gawe duka Gusti Kang Maha Welas Asih.

oleh: Puthut Widyawan

Selasa, 03 Maret 2009

Ngedebus ndean

Dina wengi sing peteng ndedet mung keton cahya-cahya cilik sing kadang katon kadang ilang maning. Hawa adem nyocogi balung sing dibungkus daging semending, nambah nambaih gawe mrindinge nganti ora teyeng mikir. Mbuh ijig-ijig kepriwe nyong dewekan neng tengah alas sing jere nggone dedemit, sing gemiene dong esih urip sering korupsi marang kerajan Majapahit. Berarti dedemite ndean mantan pejabat duwur pas jaman Majapahit, sing berarti rika kabeh urung lair. Apamaning jaman Majapahit, lha jaman siki bae UU Korupsi No 31/1999 metune tembe wingi wingi alias 54 sekang dina kemerdekaan. Mbarang gemien sesepuh negari Indonesia iloken pada ngapa bae. Kaya-kayane ora nana gerakane babar blas.

Gedebuuuk jedor, seru banget munine nganti gawe kuping budeg sedela. Kukus ireng metu sekang njero wit ringin sing gedene ngungkuli menara mesjid Bocari sing duwure 200 meteran. "He bocah cilik lagi ngapa kowe neng kene hah?" "mboten saweg menapa-menapa, mbaeh sinten lan kenging menapa ngangge bahasa wetan?" "ya iyalah diriku kan orang jaman Majapahit gitu loh emang loe dari Purbalingga". "Nuwun sewu, berarti panjenengan ingkang asring korupsi dumateng negari Majapahit?" "yes that's right "jawab mbah demit. "Bahasane ko gonta ganti bae kemlithak temen jane, apa mbaeh ora wedi kewenangan rajane?"
"wedi tapi mung sethithik amarga keprigelanku ing babagan korupsi ngungkuli hukum wektu semana". Diriku bertanya"tapi akhire mbaeh kewenangan apa ora? ", mbah demit njawab"raja wektu semana duwe kekuasaan kang khususe ing babagan hukum, dadi hukum iku kayadene apa kang dikarepake raja, selaras karo landasan kosmogoni raja iku titisane dewa. Pancen apesku dek jaman semana korupsi marang negari kang dipimpin raja kang adil. Delengen Prasasti Guntur (907 M), Wurudu Kidul (922 M), dan Tija (sekitar abad X). Ing prasasti-prasasti iku Petugas pajak kang kagolong elit birokrasi ora luput kelawan hukum. Singkat kata sepandai-pandai tupai meloncat pasti akan jatuh juga". "Emangnye mbaeh pandai ?".Kanthi jengkel mbah demit ngomong "Bocah ingusan ora bisa ngregani wong tuwa minggat sekang papan iki!"

Tring wuuzzzzz gempuling -gempuling awake nyong tiba sekang alas mbuh alas apa, nganti awake pada njarem.

oleh: Puthut Widyawan

Berlari menjauh malah mendekat

Kegelapan terus membayangi gerak manusia terlebih saat berjalan di waktu muda, di saat matahari nafsu bersinar membakar kulit kesucian. Manusia yang polos dan katanya tampan ini pun tak mampu dan seakan terpedaya oleh sinarnya. Apa yang sebenarnya baik menurut indra keenam atau mata batin seakan menjadi nampak kusam tertutup debu kepalsuan. Alangkah malangnya karyaku mengarungi jalan yang menyesatkan.

Ku sadari lemahnya diriku melebihi lemahnya angin yang lembut bertiup kesana kemari. Bergerak menabrak dan menyisir benda-benda padat tanpa menggoreskan bekas. Itulah pemahamanku, untuk itulah ku racik strategi sebaik mungkin agar apa yang ku takutkan tidak terjadi.

Ku tinggalkan bidadariku jauh di sana, di tempat srigala-srigala kelaparan. Bidadari yang melebihi perempuan manapun yang ku kenal selama ini. Bukan karena kecantikannya tapi karena kelembutan dan ketabahannya. Bidadari yang membuat hilangnya konsentrasi pada perempuan lain. Bidadari yang sangat mandiri menapak dan memikul tanggung jawab.

Ku tinggalkan kawan-kawan penghibur jiwa dan pelepas kehampaan. Kawan-kawan yang menarik kereta kegilaan ditengah jalan kepedihan. Kawan yang meledakkan kebahagiaan di padang kesunyian. Dan kawan di mana jiwaku terkadang bahagia, marah, sedih karenanya.

Dan kini kutinggalkan ibu, yang melahirkanku dan merawatku dengan susah payah, peras kringat, banting tulang, bahkan hingga bercucuran darah. Ibu yang membentuk jiwa yang muda dan mudah ternoda. Ibu yang membersihkan kenakalanku meski masih tetap nakal,tapi sedikit.
Ibu yang menjadi teman berdebat dalam hal apapun hingga soal parpol, meski bersifat main-main/
guyon belaka. Ibu yang senang mriksani sinetron hingga aku mengalah untuk tidak menonton bola.

Ku tinggalkan mimpi lama . Mimpi menjadi petani yang hidup damai dan punya istri yang cantik. Mimpi menjadi laki-laki yang punya banyak kekasih. Mimpi menjadi orang yang terkenal. Dan mimpi yang bersifat ego pribadi tanpa memikirkan orang lain.

Semua itu kulepaskan demi menghindari sinar nafsu yang panas, demi hilangnya bayangan keserakahan dalam hidupku. Tapi karena salah perhitungan akibat ada variabel yang tidak ku cermati atau di luar jangkauan bayangan manusia. Justru ku dapati tubuhku diikuti ribuan bayangan karena ada ribuan matahari nafsu yang bersinar.

oleh: Puthut Widyawan